Rabu, 16 Februari 2011

Tafsir Lukas 16:10-18

Teks                             : Lukas 16:10-18
Penulis Kitab               : Lukas, seorang tabib dari bangsa bukan Yahudi dan rekan Paulus.
Tema Umum Injil        : Menceritakan Yesus Sebagai Anak Manusia.
Tema Khusus              : Setia Dalam Perkara Yang Kecil
Konteks Dekat            : Lukas 16:1-9
Konteks Jauh              : Matius 25:21-23,  Timotius 3:1-3
Interpretasi                  :
Ayat 10-12
Menurut Penulis, barangkali dalam di ayat ini perkataan Yesus disini ingin membicarakan tentang “Mamon Yang Tidak Baik” seperti dalam ayat-ayat yang sebelumnya tentang bendahara yang tidak jujur (Lukas 16:1-9). Dalam Alkitab  Bahasa sehari-hari menyatakan  “Orang yang bisa dipercayai dalam hal-hal kecil, bisa dipercayai juga dalam hal-hal besar. Tetapi orang yang tidak bisa dipercayai dalam hal-hal kecil, tidak bisa dipercayai juga dalam hal-hal besar. Menurut Penulis  mungkin ayat ini adalah kelanjutan tentang seorang bendahara yang tidak jujur yang dikisahkan oleh Tuhan Yesus, dan kelanjutannya dalam ayat ini menceritakan tentang sesorang yang bisa melakukan dalam hal perkara yang kecil  akan setia juga dalam perkara yang besar tanggungjawab yang akan dipikul dan sebaliknya, sma seperti yang dikisahkan Yesus tentang perumpamaan Talenta (Matius 25:21).   Pada Ayat 11, Yesus melanjutkan tentang pemanfaatan kekayaan materi merupakan ujian dari watak sesorang, Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Mamon dalam kamus Alkitab berarti  (kekayaan) berasal dari bahasa Kasdim, yang berarti rumah harta benda, kekayaan, sehingga kata tersebut dipakai juga untuk mempribadikan kekayaan, sebagaimana tersebut dalam  Mat 6:24; Luk 16:9.
Dalam Alkitab (BIS) “Jadi, kalau mengenai kekayaan dunia ini kalian sudah tidak dapat dipercayai, siapa mau mempercayakan kepadamu kekayaan rohani?”   Orang-orang yang tidak dapat dipercayai  dalam hal materi yang tidak dapat mempertanggungjawabkan dengan baik, maka tidak layak memikul hal-hal yang rohani. Yesus sebenarnya ingin menasihatkan bahwa mereka yang tidak setia dalam memperoleh dan menggunakan harta dunia akan tidak setia juga dengan hal-hal yang rohani. Pada Ayat 12,  “Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?”    Dalam Alkitab (FAYH)   “Dan kalau kalian tidak jujur dengan uang orang lain, bagaimana mungkin  kalian dipercayai dengan uang yang akan menjadi milik kalian? ”   Dalam ayat ini menurut Penulis kira-kira sebagai berikut, jika kepadamu tidak dapat dipercayakan harta milik oranglain yaitu hal-hal yang kecil seperti pada ayat 10, dan mammon pada ayat 11, bagaimana mungkin Allah akan mempercayakan kepadamu apa yang disediakan-Nya bagimu sebagai harta milikmu yang sejati.
Ayat 13
“Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Perkataan Yesus ini juga adalah mengenai sikap kita terhadap mammon, atau harta milik dunia. Dalam ayat 9 Yesus mengajak supaya dapat mempergunakan dengan baik,ayat 10-12 mengajak agar kita dalam hal harta milik duniawi itu kita dapat tunjukan bahwa kita juga dapat dipercayai. Namun Penulis melihat pada ayat 13, Yesus ingin  menyatakan  bahwa kita harus memiliki komitmen dalam segala perkara yang kita miliki, kata mengabdi kepada dua tuan berarti orang yang tidak memiliki keputusan dan komitmen karena pada kalimat selanjutnya adalah akibat dari orang yang memiliki dua hati. Dalam Alkitab (BIS) lebih Jelas Tidak seorang pun dapat bekerja untuk dua majikan; sebab ia akan lebih mengasihi yang satu daripada yang lain, atau ia akan lebih setia kepada majikan yang satu daripada yang lain. Begitulah juga dengan kalian. Kalian tidak dapat bekerja untuk Allah dan untuk harta benda juga.Dalam Yakobus 1:8, menyatakan orang yang mendua hatinya tidak akan tenang. Dan Dalam Matius 6:24.

Ayat 14-15
“Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah”. Menurut Penulis Dalam ayat ini orang-orang Farisi, hamba-hamba Uang merasa tidak senang dengan perkataan Yesus yang seakan-akan mengejek mereka sebab pada ayat sebelumnya Yesus lebih menekankan untuk melakukan hal hidup yang benar terhadap mammon. Sebab Mereka adalah orang yang sangat tamak akan hal demikian (Lukas 20:45-47) sebab dalam kesalehan mereka tersebut hanya ingin dilihat oleh manusia saja seperti dalam Lukas 20:45-47 tersebut. Oleh sebab itu, Yesus menyatakan dengan keras pada ayat yang ke 15, Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah”.
Ayat 16-18
 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya” Dalam hal ini Yesus menjelaskan kepada mereka tentang Hukum Taurat dan Kitab Para nabi berlaku pada zaman Yohanes, Menurut Pendapat Penulis, Sebenarnya Yesus sedang menyatakan bahwa Yohanes Pembaptis menandai akhir sebuah zaman. Karena Pada Lukas 7:28 sangat jelas bahwa Yohanes masih tergolong kepada zaman Taurat, dan belum kepada zaman kerajaan Allah yang disampaikan oleh Yohanes. Dalam Alkitab BIS sangat Jelas  hukum yang diberikan oleh Musa dan ajaran nabi-nabi, tetap berlaku sampai pada masa Yohanes Pembaptis. Sejak waktu itu Kabar Baik tentang bagaimana Allah memerintah sebagai Raja diberitakan terus. Dan orang memaksakan diri untuk menjadi anggota umat Allah”.  Pada Ayat 17 Tetapi lebih mudah untuk langit dan bumi lenyap, daripada satu huruf dalam Hukum Allah menjadi batal. Dalam alkitab FAYH lebih dapat dimengerti yaitu,: “Tetapi itu tidak berarti bahwa Hukum Taurat, atau bagiannya yang terkecil sekalipun, sudah tidak berlaku lagi. Hukum itu lebih teguh daripada langit dan bumi.” Yesus ingin melanjutkan pada ayat yang ke 17 maksudnya memang benar bahwa zaman hukum Taurat dan kitab para nabi akan berakhir dan kini telah datang zaman baru yaitu kerajaan Allah, namun ini tidak berarti bahwa hukum Taurat sudah dibatalkan. Karena pada ayat 18 Yesus ingin menggambarkan dengan perceraian yang diikuti dengan perkawinan lagi adalah perzinahan, contoh khusus pada ayat 18 ini sesungguhnya mempertajam  hukum taurat.

KESIMPULAN/ APLIKASINYA
Tuhan menginginkan umat-Nya untuk melakukan dengan setia perkara-perkara yang kecil dengan sungguh-sungguh dan tidak memiliki hati yang mendua, karena orang yang mendua hatinya akan mudah diombang-ambingkan. Tuhan bukan melihat apa yang dilihat manusia, namun Tuhan hanya melihat hati orang yang sunggu-sungguh setia melakukan perkara yang keci. Dan Setiap orang yang lulus dalam perkara yang keci, Tuhan akan memberikan tanggung jawab yang besar pula. Belajarlah dengan setia dalam melalukan perkara yang kecil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar