Rabu, 16 Februari 2011

10 KHOTBAH KITAB KEJADIAN

Judul              :  Pengenalan Yang Benar Akan Allah
Nats                : Kejadian 22:1-10
Proposisi         : Umat Tuhan harus memiliki pengenalan yang benar akan Allah dalam  kehidupan
  kerohaniannya.
Pendahuluan             :
Abraham menantikan janji Allah dalam hidupnya dan apa yang diharapkan ternyata dibuktikan ketika kerinduannya memiliki seorang anak terwujud yaitu Ishak, namun apa yang sangat diharapkan tersebut Allah memintanya kembali, dan Abraham memilki pengenalan akan Allah secara pribadi sehingga Abraham tahu bahwa Allah akan memberikan yang terbaik dan lulus dalam ujian imannya.
Kalimat Tanya:
Bagaimana ciri-ciri orang yang memiliki pengenalan akan Allah?
Kalimat Peralihan:
Kisah Abraham dapat kita ambil 3 hal bagaimana ciri-ciri pengenalan akan Allah:
1.      Memiliki iman yang percaya sepenuhnya akan Allah (ayat1-4)
 -Percaya akan apa yang Tuhan Janjikan (ayat 1-4)
2.      Selalu memperkatakan perkataan Firman Allah (ayat 5-10)
-Perkataan kita mempunyai kuasa (ayat 5 dan 10)
-Perkataan Firman  dapat mengalahkan ketakutan   
3.      Memberikan Hidupnya kepada Allah (ayat  10)
-Mempersembahkan Tubuh kita (Roma 12:1-2)
        
Kesimpulan    :
waktu Abraham memiliki seorang anak, Tuhan mau supaya ia mempersembahkan anaknya, yaitu Ishak sebagai korban bakaran untuk Tuhan. Hal ini dilakukan Tuhan, hanya untuk menguji kesetiaan dan kasih Abraham kepada-Nya. Abraham lulus dalam ujian ini, sebab ia memiliki pengenalan yang benar akan Allah. Dan Abraham semakin disayang oleh Allah, sehingga berkat yang dimiliki selalu dilimpahkan Allah kepada Abraham. Bagaimana sikap kita hari-hari ini, apakah kita memiliki kerinduan untuk memiliki pengenalan yang benar akan Allah seperti Abraham?






Judul                          :  Dampak Doa Bersyafaat
Nats                            :  Kejadian 18:16-33
Proposisi                     :  Tuhan menghendaki agar umat Tuhan berdoa syafaat bagi semua orang
Pendahuluan                         :
Doa Syafaat adalah meminta kepada Tuhan bukan untuk kesenagan pribadi, namun untuk banyak orang yang meminta akan keselamatan. Abraham memiliki hati untuk berdoa syafaat bagi saudaranya Lot serta negri yang sangat memerlukan dukungan doa agar Allah tidak mencurahkan murka-Nya terhadap Lot. Doa syafaat adalah doa yang bukan ingin hanya memuaskan hawa nafsu saja, namun berdoa bagi orang-orang yang perlu diselamatkan sama seperti Abraham dan Tuhan mencari hari-hari ini uamt-Nya berdoa bagi bangsa, keluarga, dan banyak orang untuk diselamatkan.  
Kalimat Tanya          : Mengapa sangat penting berdoa syafaat?
Kalimat Peralihan     :
Ada 2 hal yang dapat kita pelajari mengapa sangat penting umat Tuhan berdoa syafaat?
1.      Tuhan ingin melihat kesetian kita (ayat 17-21)
-Tuhan melihat kesetiaan Abraham sehingga Tuhan Ingat akan janji-janji-Nya (ayat 17-19)
2.      Dapat melunakan hati Tuhan (ayat 22-33)
-Abraham mendekat dengan kerendahan hati (ayat 22-25)
           -Abraham Terus memiliki Api Doa Syafaat, untuk melunakan hati Tuhan untuk menyelamatkan saudaranya Lot (ayat 26-33).
Apa Yang menjadi kendala kita tidak mempunyai Api Doa Syafaat:
1.      Tidak ada rasa yang terbeban bagi banyak orang, keluarga dan bangsa Negara. (Yeh.22:30-31).
2.      Kedagingan kita yang terlalu menonjol (Gal.5:17)                  
Kesimpulan    :
Hari-Hari ini Tuhan rindu agar kita memiliki Api doa Syafaat bagi banyak orang, Dalam Yeh. 22:30-31, Tuhan sebenarnya rindu mencari orang-orang yang bisa menjadi menara doa bagi banyak orang. Sebab Hari-hari ini adalah hari dimana kita mulai bangkit dengan berdoa syafaat karena ke 2 hal diatas, yaitu Tuhan ingin melihat kesetiaan kita, dan dapat melunakan hati Tuhan. Bagaimana dengan kita saat hari ini, Saat ini keluarga kita, kantor dimana kita bekerja, orang-orang terdekat serta semua bangsa membutuhkan keselamatan dari Tuhan, sama seperti Lot dan keluarganya yang terkena mUrka Allah, namun dengan Kerinduan Abraham meminta Perkenanan Tuhan, maka Tuhan menyelamatkan Lot dan keluarganya. Bagaimana dengan kita apakah kita rindu mendoakan banyak orang serta orang terdekat kita agar mereka memiliki keselamatan?

Judul                          :  Hiduplah Dalam Kekudusan
Nats                            : Kejadian 39:2-23
Proposisi                     : Kekudusan Tuhan harus tercermin dalam kehidupan Orang Kristen
Pendahuluan                         :
Bicara tentang kekudusan berarti kita mau hidup dalam jalannya Tuhan dan apa yang Tuhan inginkam dalam hidup kita. Namun permasalahannya adalah banyak umat Tuhan yang tidak tahan dengan berbagai ujian sehuingga kekudusan yang dimilkinya akhirnya dinodai oleh dosa. Yoh.10:10 mengatakan Iblis datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan, Yusuf memiliki komitmen yang teguh dalam menjaga kekudusan hidupnya kepada Allah, walaupun banyak tantangan yang dialaminya, namun Yusuf tetap kuat menjaga kekudusan hidupnya, sehingga Yusuf sangat disayang Tuhan.
Kalimat Tanya          : Bagaimana Cara Yusuf tetap menjaga kekudusannya?
Kalimat Peralihan     :
 Ada 3 hal dan 2 dampak yang dapat kita pelajari dalam kehidupan Yusuf yang tetap menjaga kekudusanya?
1. Yusuf sangat percaya bahwa Allah akan selalu menyertainya (ayat 2)
2. Yusuf memiliki komitmen dalam hidupnya (ayat 8-10)
3.  Yusuf Lari dari dari hal yang berbau kenajisan (ayat 12-13)
2 dampak yang Dialami Yusuf dalam menjaga kekudusannya:
1.      Dampak negatif
-Yusuf dijebak dan dipenjara serta difitnah oleh potifar (ayat 20)
2.      Dampak Positif
-Allah membela Yusuf karena komitmennya (ayat 21-23)
-Allah memberkati Yusuf karena ketaatannya untuk menjaga kekudusan (ayat 23)
Kesimpulan                :
Iblis mulai mengintimidasi umatnya dengan berbagai macam tawaran-tawaran yang menggiurkan (Yoh.10:10). Tuhan ingin kita tetap menjaga kekudusan ditengah-tengah dunia yang jahat ini, Belajar sepeti Yusuf yang tetap menjaga komitmenya untuk menjaga kekudusan serta hidup memuliakan Allah dalam hidupnya. Walaupun akan banyak cemooh, fitnah, serta tantangan dalam menjaga kekudusan, Tuhan akan selalu menjaga setiap orang yang tetap setia menjaga komitmenya, serta akan menerima berkat yang dialami Yusuf, walaupun sakit di awal, namun akan senang diakhir!



Judul              : Kesabaran Yang Mendatangkan Berkat
Nats                : Kejadian 21:1-7
Proposisi         : Tuhan akan Selalu menggenapi setiap janjinya.
Pendahuluan             :
Kehidupan kita penuh dengan ujian yang harus dibayar dengan kesabaran. Kesabaran memang sangat menyakitkan. Abraham mengalami hal yang demikian, ketika ia harus bersabar menunggu janji Allah yang tidak kunjung nyata. Banyak orang yang tidak kuat untuk bersabar, dan akhirnya mundur dari iman kepada Kristus. Abraham pun pernah tidak sabar menantikan Janji Allah, namun Tuhan Berjanji tidak akan pernah mengingkari perjanjian antara Abraham dengan Allah.  
Kalimat Tanya: apa dasar Abraham dan Sara tetap bersabar dalam kehidupannya?
Kalimat Peralihan:
         Ada 2 hal yang menjadi dasar Abraham tetap bersabar dalam menantikan Janji Allah.
1.      Abraham Tahu Bahwa Allah membuktikan Janji-Nya (ayat 1-3)
-Bukti Penyertaan Allah (ayat 1)
-Bukti Bahwa Allah akan melakukan setiap Janji-Nya (ayat 2)
-Bukti bahwa Allah akan memberikan sukacita (ayat 3)
2.      Abraham selalu menaati setiap Perintah Allah (ayat 4-7)
-Melakukan Perintah Allah (Ayat 4)
-Dalam menantikan Janji Allah sampai Allah menggenapi-Nya (ayat 5-7)
Kesimpulan    :
Abraham tetap berserah kepada Allah, sebab Abraham tahu bahwa Allah tetap akan memberikan apa yang telah dijanjikan oleh Allah. Demikian dalam perjalanan iman kita dalam kehidupan yang kita lalui, kita tidak tahu apa yang harus dilakukan, kadang-kadang dalam keputusasaan kita merasa bahwa Allah tidak mau peduli. Percayalah bahwa janji Allah kekal untuk selamanya, Abraham mengalami hal yang demikian, namun ia tahu bahwa Allah tetap menyertainya, melakukan setiap janji-Nya serta ia berkomitmen tepat apa yang Tuhan inginkan. Percayalah apapun masalah kita Tuhan tetap akan memberikan jalan keluar, sebab Allah menempati Janji-Nya tepat pada waktunya . Kesabaran kita akan mendatangkan berkat bagi kita.






Judul              :  Teladan Nuh Yang Menjadi Cermin Kita.
Nats                : Kejadian 6:9-18
Proposisi         : Tuhan ingin bahwa kita semua hidup berkenan dan hidup yang tidak bercela ditengah-tengah dunia.
Pendahuluan             :
Kesetiaan adalah hal yang jarang ditemui di masa sekarang. Keegoisan, ketamakan serta hawa nafsu membuat orang menjadi berubah setia baik dalam kehidupan pekerjaa, pelayanan serta dalam hal hubungan suami dan istri. Namun kita akan belajar dari seorang pribadi yang hidup benar dan tidak bercacat cela yang selalu menyenangkan hati Tuhan, serta Tuhan pun selalu memberikan yang terbaik karena kesetiaannya. Tokoh tersebut ialah Nuh yang memiliki kesetiaan yang baik terhadap Allah. 
Kalimat Tanya:  Apa rahasia Nuh selalu diberkati Tuhan dalam kehidupannya?
Kalimat Peralihan:
         Ada 2 hal yang dapat kita pelajari dari kehidupan Nuh?
1.      Nuh Hidup Kudus dan berkenan (ayat 9-11)
-Hidup Tidak serupa dengan orang-orang dunia (ayat 10-11)
2.      Nuh Hidup dalam Kesetiaan dimasa Hidupnya (ayat 14-17)
-Nuh mengikuti segala yang diperintahkan Allah (ayat 14-17)
Apa Dampak dari kesetiaan dan cara hidup  Nuh yang benar kepada Allah dengan Dampak hidup tidak benar Dihadapan Allah?
1.      Dampak Hidup benar dihadapan Allah
-Tuhan memberikan keselamatan (ayat 14-17)
-Tuhan Memberikan perlindungan kepada keluarga Nuh (ayat 18)  
2.      Dampak Hidup tidak benar dihadapan Allah
- Tuhan membenci dan tidak mengenalnya (ayat 12)
- Tuhan akan mencurahkan murka-Nya (ayat 13)
Kesimpulan   
Nuh adalah orang yang selalu tidak terpengaruh dengan keadaan zaman, ia tetap memiliki komitmen untuk tetap setia dan melakukan yang benar kepada Allah. Dan apapun yang diperintahkan Allah, Nuh tetap melakukannya dengan tetap percaya, akibatnya Tuhan memberikan anugrahnya kepada Nuh dan menyelamatkan keluarga Nuh dari segala kebusukan dosa yang ada didunia. Teladan Nuh dapat menjadi cermin bagi kita senua agar kita memiliki komitmen yang teguh diakhir zaman ini untuk tetap memiliki konsisten hidup benar dan setia kepada Allah, percayalah bahwa Allah akan melihat segala jerih payah kita, dan jerih apayah kita tersebut tidak akan sia-sia sebab yang kit lakukan tersebut hanya untuk Tuaan (Kol. 3:23-24) dan Tuhan akan selalu menyertai kehidupan kita sama seperti Nuh. Jadilah teladan, terang dan garam sama seperti Nuh dalam hidup kita ditengah-tengah dunia ini.

Judul              : Panggilan Abraham dan Janji Allah
Nats                : Kejadian 12:1-9
Proposisi         : Tuhan menetapkan kita sebagai umat yang dipanggil Allah untuk menikmati Janji Allah.
Pendahuluan             :
Allah menginginkan memiliki seseorang yang mengenal dan melayani-Nya dengan iman yang tulus sama seperti kisah Abraham. Namun banyak anak Tuhan yang keliru akan makna panggilan Tuhan dalam hidupnya. Oleh sebab itu, satu pribadi yaitu Abraham adalah suatu prinsip hidup yang dapat kita ambil.
Kalimat Tanya:
Apa prinsip-prinsip yang dapat kita ambil dari panggilan Abraham?
Kalimat Peralihan:
        Ada  2 prinsip penting yang dapat kita ambil dari panggilan Abraham:
1.      Panggilan Abraham melibatkan pemisahan diri dari tanah airnya, bangsanya, serta rumah tangganya (ayat 1)
-Pemisahan Rohani orang percaya (Roma 12:1-2)
-Hubungan orang percaya dengan Dunia.  
2.      Panggilan Abraham tidak hanya terdiri atas berbagai janji, melainkan atas berbagai kewajiban (ayat 2-6)
-Kepercayaan terhadap firman Allah (ayat 2-3)
-Ketaatan kepada perintah Allah untuk meninggalkan tempat tinggalnya (ayat 4)
-selalu mengingat kebaikan Tuhan dengan membangun mezbah (ayat 7b)
-Usaha yang sungguh-sungguh untuk menjalankan hidup yang benar (ayat 8-9)
Apa Janji Allah ketika Abraham menaati panggilan Allah
1.      Allah akan membuat menjadi bangsa yang besar (ayat 2)
2.      Allah Akan melindungi Abraham (ayat 3)
3.      Allah menjanjikan apapun yang diperbuat selalu berhasil (ayat 7)
Kesimpulan    :
Tuhan ingin kita sebagai umat Tuhan, kita belajar dari ketaatan dalam panggilan Tuhan terhadap Abraham, Abraham selalu menaati setiap perintah Tuhan, berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Untuk itu Tuhan memanggil kita untuk hidup dalam kehendak-Nya serta melakukan dengan setia setiap perintah serta panggilan-Nya sebab Allah berjanji kepada setiap umat-Nya akan hidup seperti Abraham hidup. Lakukanlah dengan setia dan berserah kepada Tuhan akan setiap panggilan yang kita terima.  

Judul              : Pembaharuan Rohani Dalam Keluarga
Nats                : Kejadian 35:1-15
Proposisi         : Jadikanlah keluarga kita hidup berkenan kepada Allah.
Pendahuluan             :
Yakub sadar bahwa keluarganya dalam kemerosotan rohani, dan ia tidak mau keluarganya kena murka Allah. Sadar atau tidak sadar Tuhan mau agar kita terus peduli akan kerohanian keluarga kita, Yakub memberikan kita teladan untuk membawa keluarga kita hidup dalam kerohanian yang dewasa kepada Allah.
Kalimat Tanya:
Pembaharuan Rohani Apa yang dilakukan Yakub kepada kaum keluarganya?
Kalimat Peralihan:
   Ada 4 hal yang pembaharuan Yakub kepada Keluarganya
1.      Membuang segala sesuatu yang tidak berkenan kepada Allah dalam keluarganya (ayat 1-2)
2.      Menyerahkan diri mereka kepada kesucian pribadi (ayat 3-4)
-Mendirikan mezbah keluarga (ayat 3)
-Membuang hal yang tidak menyenagkan Tuhan (ayat 4)
3. Mengadakan Pereskutuan dengan Allah (ayat 9)
4.  Menjalankan hidup yang berlandaskan firman Allah (ayat 10-15)
Apa Dampak pembaharuan dalam Keluarga kita?
1.      Kuasa Allah melingkupi Keluarga kita (ayat 5-7)
2.      Janji Berkat Allah yang terus berlimpah (ayat 11)
Kesimpulan    :
Yakub memberikan dampak positif bagi kaum keuarganya karena ia memiliki hati yang rindu agar keluarganya dapat dipulihkan. Keselamatan keluarga kita ada ditangan kita sebagai orang percaya, Yakub mengajak pembaharuan dalam keluaga dalam bidang persekutuan dengan Allah yang harmonis, Meninggalkan kebiasaan yang jahat, serta hidup berdasarkan kehendak Allah. Dan kita tahu bahwa ada janji Allah kepada setiap keluarga yang mengalamipembaharuan rohani yaitu berkat-berkat Allah serta ada Kuasa yang melingkupi keluarga kita. Bagaimana dengan kita saat ini, apakah kita rindu memiliki hati untuk melakukan pembaharuan dalam kerohanian keluarga kita?





Judul              : Alasan Yusuf Diberkati Tuhan
Nats                : Kejadian 45:1-10
Proposisi         : Tuhan memberikan berkatnya kepada orang yang suka mengampuni
Pendahuluan             :
Yusuf adalah orang yang sangat tidak disukai oleh saudara-saudaranya, yusuf difitnah, dijual dan dijadikan budak, namun ia belajar bersabar dan mengampuni. Dan jika kita lihat kejadian-kejadian kehidupan Yusuf ternyata apa yang dibuat Yusuf tidak sia-sia, ketika ia belajar mengampuni saudaranya.
Kalimat Tanya:
Apa Yang dapat kita jadikan cermin dari kehidupan Yusuf?
Kalimat Peralihan:
     Ada 3 hal yang dapat kita jadikan cerim dari kehidupan Yusuf yang terus diberkati Allah?
1.      Yusuf Belajar untuk tidak mengingat kejadian buruk yang dilakukan saudara-saudaranya (ayat 1-4)
-Yusuf menangis untuk dapat mengampuni (ayat 2)
-Yusuf datang bertemu kepada saudara-saudaranya untuk mengampuni (ayat 3-4)
2.      Yusuf memiliki kerendahan hati (ayat 5-8)
-Yusuf tidak menyesali perbuataan jahat yang dilakukan saudaranya (ayat 5-6)
-Yusuf menguatkan saudaranya, dan lebih dahulu mengampuni (ayat 7)
3.      Yusuf sadar bahwa dalam kesukaran, Janji Allah nyata dalam kehidupannya (ayat 9-10)
-Yusuf mengucapkan syukur atas kehidupannya (ayat 9)
-Yusuf membagikan berkat Allah kepada saudara-saudaranya (ayat 10)  
Apa yang menjadi Halangan kita untuk mengampuni?
1.      Kepahitan yang mendalam yang terus disimpan
2.      Hanya memandang kepada kesalahan orang yang menyakiti
Kesimpulan    :
Penghinaan, cacian dan fitnahan yang mungkin sering dialami oleh Yusuf tak memadamkan hati untuk mengampuni kepada saudara-saudaranya. Yusuf malah bersyukur dengan setiap keadaan yang dialami olehnya, sebab Tuhan terus memberikan jalan keluar. Dan ketika Yusuf menjadi orang yang sukses, ia tidak tidak pernah membalas akan setiap kesalahannya sebab ia tahu bahwa Tuhan yang memulihkan keadaan Yusuf hingga sukses, oleh sebab itu iapun membalas kejahatan dengan kebaikan. Secara manusia kita tidak bisa untuk mengampuni, namun belajarlah dan ingatlat pengampunan yang besar yang kita terima dari pengorbanan Yesus diatas kayu salib. Belajarlah untuk mengampuni sebab dengan demikian Tuhan akan mengalirkan berkat.
Judul              :  Allah Tetap Setia Kepada Setiap Janji-Nya
Nats                :  Kejadian 15:1-10
Proposisi         :  Tuhan tidak pernah lalai untuk menepati Janji-Nya
Pendahuluan             :
Ketika kita mengalami titik jenuh akan kerohanian kita, maka kita akan berpikir bahwa Allah lupa akan setiap janji-Nya. Abram pun pernah mengalami hal yang demikian namun Allah tetap setia dalam setiap janji-Nya. 
Kalimat Tanya:
Apa yang bentuk berkat yang diberikan kepada Abram?
Kalimat Peralihan:
 Ada 3 hal yang menjadikan berkat Allah mengalir dalam hidup Abram?
1.      Abraham selalu bersekutu kepada Allah (ayat 1-4)
2.      Keyakinan iman Abram(ayat 5-7)
-Keyakinan dalam penyertaan Allah (ayat 5)
-Keyakinan dalam setiap perkataan Allah (ayat 6-7)
3.      Abram selalu memberikan persembahan yang terbaik kepada Allah (ayat 8-10)
-Taat apa yang Tuhan Perintahkan dalam persembahan (ayat 8-9)
- Mempersembahkan seluruhnya apa yang menjadi kepunyaan Allah (ayat 10)
Apa Janji Allah dalam Kehidupan Abram ketika melakukan ketiga hal tersebut:
1.      Janji Perlindungan Allah sebagai Perisai kehidupan (ayat 1)
2.      Janji kelimpahan berkat dalam kehidupan (ayat 5)
3.      Janji Penyertaan Allah dalam kehidupan (ayat 7)      
Kesimpulan    :
Abram selalu percaya kepada setiap janji Allah dalam kehidupan yang dia jalani, walaupun dalam kegelisahan dalam hidup karena ketaatan Abram, Allah terus menyatakan kesetiaan-Nya juga pada Abram dalam setiap janji-Nya. Dalam kisah Abram tersebut dapat kita ambil bahwa Allah tetap menjaga setiap kehidupan kita sebagai orang percaya asalkan kita tetap melakukan hal-hal yang Allah perintahkan dalam kehidupan kita.







Judul              : Persembahan yang menyenangkan Tuhan
Nats                : Kejadian 4:3-10
Proposisi         : Persembahan yang menyenangkan hati Tuhan adalah hati yang tulus dan setia.
Pendahuluan             :
Dalam teks ini ada hal-hal dapat kita pelajari dari kehidupan Kain dan Habel yang sama-sama memberikan persembahan kepada Allah, namun Allah bukan melihat seberapa banyak jumlah persembahannya, tetapi Allah hanya ingin melihat hati yang tulus dan setia dalam melakukan persembahan tersebut.
Kalimat Tanya:
Bagaimana memberikan persembahan yang terbaik bagi Allah?
Kalimat Peralihan:
 Ada 2 perbadingan antrara persembahan habel dan kain  yang menjadikan persembahan tersebut menyenangkan hati Allah?
1.      Persembahan Kain
-Kain mempersembahkan dengan hasil yang sebagian (ayat 3)
-Persembahan kain tidak disukai oleh Tuhan (ayat 5)
-Kain hanya memuaskan hawa nafsunya (ayat 6)
2.      Persembahan Habel
-Habel mempersembahkan yang terbaik yang sulung (ayat 4)
-Persembahan Habel disukai oleh Tuhan (ayat 4 b)
-Habel memberikan dengan hati yang tulus (ayat 4 a)
Kesimpulan    :
Tuhan ingin kita menyadari bahwa persembahan bukanlah suatu rutinitas digereja, namun kita dapat belajar dari peristiwa kain dan habel, dimana Tuhan bukan melihat hasil, namun Tuhan melihat kesungguhan hati dari orang yang member. Tuhan ingin kita sebagai umat Tuhan untuk memberikan hati yang tulus dan sukacita dalam memberikan persembahan tersebut. Percayalah bahwa Tuhan akan memberrikan yang terbaik, jika kita juga memberikan yang terbaik dalam hidup kita. Persembahkanlah tubuhmu bagi kemuliaan Tuhan serta memberikan persembahan yang menjadi milikinya Tuhan.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar