Rabu, 16 Februari 2011

Manfaat Katekese Bagi Pelayananku

Manfaat Katekese Bagi Pelayananku

Dalam suatu gereja ada banyak cara yang dilakukan gereja untuk menambah kapasitas iman para jemaatnya dengan berbagai hal-hal yang dapat menjangkau iman para jemaat, salah satu yang dilakukan gereja adalah katekese. Oleh sebab itu,  Ada banyak manfaat yang Penulis dapatkan setelah mempelajari katekese dan bagaimana penerapannya bagi pelayanan suatu saat nanti. Ada beberapa hal yang dapat Penulis simpulkan dari manfaat katekese yang telah memberkati wawasan penulis, yaitu:
1.     Katekese membantu orang menghayati imannya dalam situasi aktual atau orang mampu mewujudkan imannya secara nyata dalam hidup serta ada integritas antara iman dan hidup bersama orang lain.
2.     Katekese berupaya mendorong umat Tuhan untuk membangun relasi yang harmonis dengan Tuhan, sesama maupun lingkungannya. Dalam hal ini, proses katekese yang bertujuan mematangkan dan mendewasakan iman harus dilaksanakan secara sadar dan terencana dengan penuh tanggung jawab.
3.     Memberikan pengajaran yang baik agar umat Tuhan dapat mengerti dan tidak diombang-ambingkan dengan pengajaran sesat yang banyak terjadi di lingkungan masyarakat maupun dunia saat ini.
4.     Penulis melihat dalam mempelajari katekese, kita harus terlebih dahulu memahami psikologi, karakter sebab Katekese harus memperhitungkan situasi peserta yaitu, latar belakang, psokologi, minat, kebutuhannya.
5.     Mengetahui kedewasaan iman dengan tidak menyinggung setiap masalah imannya. Dalam proses katekese setiap pribadi dihargai martabatnya sederajat, dimana setiap orang bebas mengungkapkan pengalaman imannya tanpa rasa takut. Dalam hal ini setiap pengalaman iman dari masing-masing pribadi harus dilihat sebagai pengalaman yang dapat memperkaya sesamanya dalam proses berkatekese.
6.     Katekese dapat membangun iman yang kuat dengan cara Pendamping katekese sebagai “fasilitator” yang memudahkan terjadinya komunikasi iman. Untuk itu, tidak tepatlah kalau pendamping bertindak sebagai orang yang ‘maha tahu’ apalagi sebagai penceramah yang mendominasi proses pertemuan.
7.     Proses katekese harus mampu “menyentuh” pengalaman hidup ataupun pengalaman iman peserta, sebagai sarana pertemuan manusia dengan Allah. Sarana katekese yang diupayakan, semuanya bertujuan untuk memudahkan terjadinya komunikasi iman. pemikiran bahwa dalam pertemuan katekese “yang penting asal diisi dengan banyak kegiatan bagi umat” bertentangan dengan prinsip suatu proses katekese yang bertanggung jawab.
8.     Katekese pun sebenarnya dapat memberikan dampak yang sangat berguna bagi pengetahuan serta pelaksanaan dalam tindakan iman jemaat, pertumbuhan jemaat serta menjadikan jemaat yang memiliki karakter yang dewasa yang tidak mudah diombang-ambingkan dengan pengajaran-pengajaran yang membuat goyah iman kekristenan pada akhir akhir zaman ini.
9.     Dengan Katekese tersebut, kita tahu kebutuhan jemaat yang mereka alami, contohnya dalam katekese anak, kita dapat memperdalam iman anak dengan cara-cara yang kreatif dan inovatif dengan hal-hal yang baru sesuai dengan kebutuhan anak-anak, baik anak remaja, pemuda pun, serta dewasa muda sampai kepada dewasa menengah, dengan mengkatekese mereka secara inovatif, kita akan dapat dengan mudah berdialog masalah-masalah mereka tersebut, sehingga jemaat tersebut tidak merasakan takut ataupun malu. Dan dengan pengajaran tersebut jemaat akan merasa diperhatikan secara baik akan kebutuhan imannya.
10.   Penulis juga mendapatkan beberapa cara teknis dalam menggunakan waktu yang baik, tempat dan kebutuhan yang orang yang akan dikatekese.

Kesimpulan

Dalam mambuat katekese memang sangat dibutuhkan gaya yang kreatif dan inovatif, jika gereja atau para hamba Tuhan tidak memiliki dua hal tersebut, maka akan banyak orang akan tidak memiliki respon akan katekese. Penulis melihat bahwa katekese dapat dibagi sesuai yang dibutuhkan dalam gereja, misalnya: Katekese untuk pembinaan Iman anak-anak, Katekese untuk keluarga, katekese untuk Pernikahan, Pranikahan, atau lainnya yang dapat menambahkan iman jemaat Tuhan yang dapat mengerti akan kebenaran Firman Tuhan. Dalam membuat katekese, alangkah baiknya kita dapat membentuk waktu katekese yang akan digunakan,  judul pengajaran yang berpusat kepada Kristus sebagai inti pengajaran.

Usulan Penulis

     Penulis hanya memberikan usulan, Mungkin dalam kelas katekisasi perlu dipikirkan cara pengajaran yang menarik, misalkan dengan dialog dua arah, kesaksian, apologetik, game atau cara yang lain sehingga kelas itu hidup dan orang yang dikatekese merasa terlibat, namun materi katekisasi tetap tersampaikan dengan baik.  Dalam Presentasi tentang katekese, penulis mendapat masukan bahwa sangat penting untuk kita mengetahui karakter dari setiap orang yang ingin mengikuti katekese dengan bahan-bahan pengajaran serta waktu yang dibutuhkan dalam pengajaran tersebut. Dan penulis memberikan usulan, apakah boleh kita sebagai konselor memberikan katekese kepada orang dewasa dengan gaya-gaya yang dilakukan gerakan-gerakan serta alat peraga, sehingga jemaat merasakan bahwa katekese tidak monoton, melainkan hidup, sebab jemaat datang dengan banyak masalah oleh sebab itu dalam katekese perlu diadakan mungkin sedikit penyejukan dengan permainan-permainan yang akan menghibur orang yang akan dikatekese.  
     Jadi kita sebagai konselor yang akan mengkatekese seharusnya menyadari bahwa sangat penting sekali program katekese tersebut, sebab inilah pembinaan yang sangat baik dalam tubuh Kristus. Sikap kita harus memiliki sikap yang sangat ingin memajukan agar katekese tersebut bukan hanya sekedar pengajaran atau sebagai rutinitas namun, bisa membawa dampak baik dalam pertumbuhan iman jemaat serta dalap langsung mengaplikasikan dalam kehidupannya secara langsung.
     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar