Rabu, 16 Februari 2011

BAHAN AJAR PEMBINAAN IMAN ANAK

BAHAN AJAR PEMBINAAN IMAN ANAK

Prinsip Utama
Dalam pembinaan iman anak, prinsip utamanya: ANAK adalah SUBYEK. Karena banyak pendekatan pembinaan iman anak mengalami semacam kesulitan karena prinsip ini tidak terlalu jelas tampak. Sebagai contoh, banyak hal yang tidak bisa kita lakukan untuk anak karena ketidakcocokan antar Pembina, banyak sarana yang tidak bisa kita manfaatkan untuk anak karena tidak sejalan dengan keinginan orang tua. Akar dari semuanya itu adalah  karena orientasi kita bukan pada anak. Dengan menyadari anak sebagai subyek, akan sangat menolong pendekatan pembinaan anak.

Tujuan Theologis
Sesuai dengan Ulangan 6:6-7, yang mengatakan, bahwa orang tua harus mengajarkan Taurat kepada anak-anaknya secara berulang-ulang. Hal inipun menjadi tugas gereja dalam pelayanan anak untuk dapat memberikan pengenalan kepada Sang Juruselamat itu sendiri, yaitu Yesus Kristus dan bertumbuh dalam iman kepada-Nya. Dalam rangka era globalisasi ini dan semakin rusaknya dunia, gereja harus berperan aktif dalam mengantisipasi buruknya moral anak-ana di zaman sekarang. Oleh karena itu, dengan berlandaskan iman kepada Yesus Kristus, anak-anak pada umur 11- 15 tahun, perlu diberikan pembinaan iman yang mendalam agar kelak menjadi manusia yang bermanfaat bagi bangsa dan terlebih dapat memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus.

Konteks Pelayanan   
Konteks pelayanan kita adalah DUNIA ANAK, dan dunia anak ini adalah dunia yang penuh dengan kepolosan, kesederhanaan, dan ketulusan. Kalau kita tidak menyadari konteks ini, akan mengakibatkan stress dan tekanan batin terhadap anak itu sendiri. Oleh sebab itu, bahan apapun yang disiapkan, apapun bentuknya, harus diolah secara kreatif dan disesuaikan dengan situasi dunia mereka.

Mitra Pelayanan
1.      Sesama Pembina. Banyak Pembina masuk dengan motivasi yang berbeda, ada yang  untuk mengisi waktu, ada yang karena diajak, dan lain sebagainya. Maka pertanyaan mendasar bagi setiap pendamping adalah apa motivasi utama saya terlibat dalam pelayanan ini. Di samping itu, kita juga menyadari, bahwa latar belakang  para Pembina sangat beragam. Maka, sikap yang tepat dalam komunitas Pembina adalah rendah hati dan terbuka.
2.      Orang tua. Orang tua adalah penanggung jawab utama pertumbuhan dan perkembangan iman serta kepribadian anak. Maka, kerjasama antara orang tua dan pembina dalam pelayanan ini perlu juga dipupuk. Cukup banyak keluhan dari Sekolah Minggu atas  sikap masa bodoh orang tua atas kegiatan iman anak. Ada benarnya, tetapi kita juga harus mengevaluasi sejauh mana kita melibatkan orang tua dalam rencana ataupun  pelaksanaan kegiatan bina iman anak.
Strategi Pelayanan
Ambil bagian dan bukan ambil alih! Kita perlu menyadari, bahwa tanggung jawab utama pembinaan iman anak ada pada tangan orang tua. Maka apa yang kita lakukan sesungguhnya adalah ambil bagian dalam tanggung jawab tersebut, bukan ambil alih. Oleh sebab itu, perlu kaderisasi  dalam pelayanan. Komunitas pembinaan harus terbuka pada kemauan orang tua untuk terlibat dalam proses ini.  “Jangan tanya apa yang orang lakukan untuk saya, tetapi apa yan gsaya lakukan untuk orang lain.”  
Materi Ajar
Berhubung dengan anak yang berumur 11-15 tahun, maka penyampaian firman Tuhan akan berlangsung selama satu setengah jam. Dengan penyampaian materi dari pembina dan interaktif dari murid itu sendiri, diharapkan waktu akan dioptimalkan semaksimal mungkin. Penyampaian materi dilakukan selama enam kali pertemuan.

Pertemuan I
Mengenal Yesus Kristus sebagai Juruselamat.
Anak-anak dapat mengetahui, siapa Yesus itu sebenarnya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Anak perlu diberitahukan kebenaran yang sejati (Kis. 4:12).
Tujuan: Anak menerima Yesus secara pribadi dan mengalami lahir baru.

Pertemuan II
Jaminan Keselamatan yang Kekal.
Anak mengerti betul jaminan hidupnya ada pada Yesus Kristus dan barangsiapa yang menerima-Nya akan mendapat kehidupan yang kekal (Yoh. 3:16).
Tujuan: Anak memiliki keyakinan yang pasti akan keselamatannya dalam Kristus Yesus, sehingga tidak menjadi bimbang. (Efesus 2:8-9).

Pertemuan III
Bila Jatuh dalam Dosa Apa yang Harus Dilakukan ?
Perlu dijelaskan apa yang dimaksud dengan dosa, yaitu segala pelanggaran dari kebenaran firman Tuhan. Anak pun perlu mengerti jika melakukan dosa harus bertobat dan tidak mengulanginya kembali (1 Yoh. 1:9).
Tujuan: Anak mengetahui pengampunan dosanya lewat pengakuan kepada Tuhan dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya kembali (Yes. 1:18).

Pertemuan IV
Ketaatan dalam Firman Tuhan dan Perintah Orang Tua.
Taat akan firman Tuhan dengan setia akan mendapatkan anugerah yang luar biasa dan berkat dalam kehidupan sang anak. Taat akan Tuhan, juga taat kepada orang tua selaku wakil Allah di bumi ini dalam keluarga tersebut (Mzm. 1, Kel. 20:12, Why. 2:10).
Tujuan: Anak mengerti arti dari ketaatan dan upahnya dalam ketaatan itu sendiri dalam kehidupannya di masa yang akan datang.

Pertemuan V
Pergaulan yang Buruk Merusak Kebiasaan yang Baik.
Pergaulan dengan teman-teman yang memiliki kebiasaan buruk akan merusak kebiasaan mereka yang baik. Perlu dijelaskan juga, bahwa tubuhnya adalah Bait Allah, sehingga tidak boleh dirusak oleh kebiasaan apapun yang buruk (1 Kor. 3:16-17; 15:33).
Tujuan: Anak mengetahui tindakan yang baik dan buruk, sehingga bisa memilah-milah apa yang patut dilakukan dan berkenan kepada Allah dan tetap menjaga kekudusan tubuhnya.

Pertemuan VI
Beritakanlah Injil lewat Kegiatan/Kehidupan Sehari-Hari.   
Memberitakan Injil adalah Amanat Agung yang harus dilakukan. Anak pun harus melakukannya dalam kegiatannya sehari-hari, terutama lewat tingkah lakunya yang baik dan sesuai dengan firman Tuhan, sehingga nama Tuhan dapat dipermuliakan.
Tujuan: Anak mengerti apa yang disebut menjadi garam dan terang dunia, sehingga dapat menampilkan perilaku yang sesuai dengan kehendak Allah dan teman-temannya dapat melihat, bahwa Allah orang Kristen sungguh dahsyat dan Injil pun dapat tersalurkan. (Mat. 5:13-16; 28:19).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar